Asia/Jakarta
BlogSeptember 14, 2026

Sejarah JavaScript

Muhammad Abdul Karim
JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman paling banyak dipakai di dunia saat ini, tapi awal mulanya jauh dari terencana matang — bahasa ini lahir dari tekanan waktu yang sangat singkat di tengah persaingan bisnis browser pada pertengahan 1990-an. Pada 1995, Netscape Communications — pembuat browser Netscape Navigator yang saat itu mendominasi pasar — ingin menambahkan bahasa skrip ke browser mereka agar halaman web bisa lebih interaktif, tidak sekadar menampilkan HTML statis. Netscape merekrut Brendan Eich untuk mengerjakan hal ini. Awalnya Eich diminta membuat implementasi Scheme (sebuah dialek Lisp) untuk browser, namun arah proyek berubah karena Netscape juga sedang menjalin kerja sama dengan Sun Microsystems yang saat itu tengah mempromosikan Java. Manajemen menginginkan bahasa baru yang sintaksnya terlihat mirip Java agar mudah diterima pasar, tapi tetap ringan dan mudah dipelajari oleh desainer web non-programmer. Eich menulis interpreter pertama bahasa ini hanya dalam waktu sekitar 10 hari pada Mei 1995. Hasilnya adalah campuran yang tidak biasa: sintaks mirip Java/C, konsep fungsi first-class dari Scheme, dan prototype-based inheritance dari bahasa Self. Bahasa ini berganti nama beberapa kali dalam waktu singkat, murni karena alasan pemasaran:
Nama
Periode
Keterangan
MochaAwal pengembangan (1995)Nama kode internal yang dipakai Brendan Eich selama pengembangan.
LiveScriptSeptember 1995Nama resmi saat pertama kali dirilis dalam Netscape Navigator 2.0 beta.
JavaScriptDesember 1995 – sekarangDiganti nama sebagai bagian dari kesepakatan lisensi dengan Sun Microsystems, memanfaatkan popularitas Java saat itu — meski secara teknis kedua bahasa ini tidak berkerabat dekat.
Penamaan "JavaScript" ini sering disebut sebagai salah satu strategi marketing paling sukses sekaligus paling membingungkan dalam sejarah industri software, karena banyak orang mengira JavaScript adalah turunan atau versi ringan dari Java. Melihat kesuksesan JavaScript di Netscape, Microsoft membuat implementasinya sendiri bernama JScript untuk Internet Explorer 3 (1996). Karena dikembangkan terpisah, JScript dan JavaScript punya perbedaan perilaku di sana-sini — situasi yang menyulitkan developer karena kode harus disesuaikan per browser. Untuk mengatasi fragmentasi ini, Netscape membawa bahasa ini ke Ecma International pada 1996 agar distandardisasi secara vendor-netral. Hasilnya adalah spesifikasi ECMAScript (ECMA-262), dengan JavaScript, JScript, dan implementasi lain sama-sama mengacu ke standar tersebut. Nama "ECMAScript" dipilih sebagai kompromi netral karena Sun Microsystems memegang trademark "JavaScript".
Versi
Tahun
Sorotan
ES11997Spesifikasi resmi pertama.
ES21998Penyesuaian editorial agar selaras dengan standar ISO/IEC.
ES31999Menambahkan regular expression, try/catch, dan fitur-fitur yang jadi fondasi JavaScript modern.
ES4DibatalkanTerlalu ambisius dan memicu perpecahan pendapat di TC39 (komite standar); akhirnya ditinggalkan sepenuhnya.
ES52009Setelah jeda sepuluh tahun, memperkenalkan "strict mode", dukungan JSON bawaan, serta method array seperti map dan filter.
ES6 / ES20152015Pembaruan terbesar dalam sejarah JavaScript: let/const, arrow function, class, template literal, destructuring, module (import/export), Promise, dan masih banyak lagi.
ES2016+2016 – sekarangTC39 pindah ke rilis tahunan dengan fitur yang lebih kecil dan bertahap, misalnya async/await (ES2017), optional chaining ?. (ES2020), hingga top-level await (ES2022).
Sejak ES6, TC39 mengadopsi proses standardisasi berbasis "stages" (Stage 0 hingga Stage 4) dan merilis pembaruan spesifikasi setiap tahun, bukan lagi menunggu satu rilis besar sekali dalam beberapa tahun. Selama lebih dari satu dekade, JavaScript identik dengan bahasa yang hanya berjalan di browser. Itu berubah pada 2009 ketika Ryan Dahl merilis Node.js, runtime yang menjalankan JavaScript di luar browser menggunakan V8 — JavaScript engine milik Google Chrome — digabung dengan model I/O non-blocking berbasis event loop. Node.js membuka jalan bagi JavaScript untuk dipakai membangun server, CLI tool, hingga aplikasi desktop (lewat Electron), menjadikannya salah satu bahasa langka yang bisa dipakai untuk seluruh lapisan aplikasi — frontend maupun backend — dengan satu bahasa yang sama. Pertumbuhan JavaScript juga didorong oleh ekosistemnya:
  • npm (2010) menjadi package manager yang mempercepat pertukaran kode antar developer, dan kini menjadi salah satu registry paket terbesar di dunia.
  • Framework/library seperti jQuery (2006), lalu AngularJS, React, dan Vue mengubah cara membangun antarmuka web interaktif.
  • TypeScript (2012) hadir sebagai superset untuk menambahkan sistem tipe statis di atas JavaScript, menjawab kebutuhan aplikasi berskala besar.
Dari bahasa yang dibuat tergesa-gesa dalam 10 hari untuk kebutuhan sesaat, JavaScript kini menjadi salah satu fondasi utama web modern — berjalan di miliaran browser, server, dan perangkat di seluruh dunia.
Share this post:
Search
CategoriesProgramming